MENGAPA SALMON BUDIDAYA BISA BERACUN

Posted on

Lihat bagaimana anda harus berhenti memakannya.
Ikan selalu di sebut-sebut sebagai makanan sehat,tapi ketika salmon yang di budidayakan saat ini.Para ahli mengatakan bahwa deskripsi tidak bisa jauh dari kebenaran.

Selama pembuatan Film dokumenter yang di Sutradarai oleh Nicholas,sebuah penyelidikan di Norwegia yang berisi peternakan Salmon menemukan lapisan limbah setinggi 15 meter.Yang terdiri dari bakteri,obat-obatan dan Pestisida.Tempat budidaya ikan laut yang terletak di perairan terbuka,tidak mungkin untuk menahan polusi.

daging salmon

Menurut salah seorang Dokter, perikanan saat ini dihadapkan pada sejumlah masalah parah.Dari penangkapan ikan berlebihan hingga polusi kimia dan mutasi genetik dari paparan beracun.

Salmon yang di budidayakan telah terbukti lima kali lebih beracun daripada produk makanan lain yang di uji.Faktanya, aktifis lingkungan asal Norwegia mengklaim bahwa salmon yang du budidayakan saat ini adalah salah satu makanan paling beracun di dunia.

Menambahkan bahwa budidaya salmon adalah bencana baik bagi lingkungan dan kesehatan manusia.Tidak merekomendasikan wanita hamil,anak-anak atau remaja makan salmon yang di budidayakan.Masih belum pasti jumlah racun yang terdapat dalam salmon,dan bagaimana bisa mempengaruhi wanita hamil,anak-anak serta remaja.

Perlu ditambahkan bahwa kontaminan yang terdeteksi pada salmon yang dibudidayakan memiliki efek negatif pada perkembangan otak, berhubungan dengan autisme, dan bahwa mereka mempengaruhi sistem organ lain dalam sistem kekebalan tubuh dan metabolisme.

Selain itu menurut living tradisional ,makan lebih dari satu kali makan salmon yang dibesarkan di peternakan dalam sebulan dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker di masa depan karena bahan kimia penyebab kanker dan tingginya kadar dioksin yang dikandungnya. Itu juga dikatakan memberi tubuh Anda tingkat peradangan yang lebih tinggi yang mengarah ke banyak penyakit termasuk kanker, diabetes, radang sendi, penyakit arteri koroner, dan Alzheimer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *